Nama buku :
Mengenal dan membina kasih sayang
Oleh : Hadi al-Mudarisi
Halaman buku : 233 halaman
Review :
Persahabat
mendatangan bukanlah hal remeh, namun sangat penting dalam kehidupan manusia
dan berkait erat dengan masalah-masalah lainnya. Persahabatan juga dapat
mendatangkan bahaya. Sebab, pengaruh seorangteman tidak dapat dirasakan secara
langsung, sehingga tidak mudah memahami benar salah posisi seseorang dalam
sebuah persahabatan. Dampak persahabatan hanya dapat dirasakan secara perlahan
dan terhadap lantaran tidak kasat mata. Imam Ali bin Abi Thalib berkata,
“berhati-hatilah duduk bersama para raja dan budak dunia, sebab, itu dapat
menghancurkan agama anda dan menjadikan anda munafik. Itu adalah penyakit tak
tersembuhkan, yang membekukan hati dan menjauhkan anda dari khusyu’.
Bertemanlah dengan berbagai kalangan dan orang-orang bersahaja lantaran pada merekalah
terdapat tambang permata (khazanah tersembunyi).”
Lukman
al-Hakim berkata kepada anaknya,”Wahai anakku, bertemanlah dengan para ulama!
Dekati dan duduklah bersama serta kunjungilah rumah-rumah mereka, mudah-mudahan
Engkau menyerupai mereka sehingga Engkau sama dengan mereka. Duduklah bersama
mereka yang shalih lantaran mungkin ketika itu Allah menurunkan rahmat-Nya
kepada mereka sehingga Engkau pun memperoleh bagian. Jika Engkau seorang shalih
maka jauhilah orang-orang jahat dan dungu. Karena, mungkin ketika itu Allah
menurunkan azab kepada mereka sehingga Engkau pun terkena bersama mereka.”
Memilih
sahabat tidak semua orang layak diajak bersahabat, bahkan seseorang harus
memilih teman diantara manusia-manusia yang ada, sebagaimana seekor burung memilih
dan mengambil bebijian yang bernas dan meninggalkan yang kisut. Dalam berteman
seseorang harus bersifat sewajarnya, tidak berlebihan dengan menjaga jarak atau
terlalu akrab smpai melupakan segalanya, semua itu harus diberlakukan meski
trehadap sahabat yang bijak, termaktub dalam sebuah hadits “cintailah
seseorang sewajarnya saja, karena mungkin suatu saat nanti ia akan menjadi
musuh anda dan bencilah musuh anda sewajarnya juga karena mungkin suatu saat ia
akan menjadi orang yang anda cintai.”
Memerhatikan
pembicaraan orang lain merupakan masalah yang biasa terjadi sehari-hari pada
manusia, hany asaja sebagian kecil kita yang benar-benar mau melakukannya
dengan baik, padahal masalah kecil ini memiliki andil cukup besar dalam
hubungan kemanusiaan. Kerana itu, dalam kaitan dengan sebuah pembicaraan, jika
kita ingin jadi orang Yng ahli dalam berbicara, maka kita hrus memperbaiki
pembicaraan kita, akan tetapi kita jarang sekali memperbaiki atau
menmperhatikan seni dalam berbicara. Dalam hal ini, orang memang tidak perlu
belajar banyak namun diperlukan latihan yang cukup, dan orang biasanya lebih
suka diperhatikan pembicaraannya ketimbang orang lain yang menjadi pembicara,
ini lantaran manusia terkadang merasa terhormat ketika berbicara, pada saat
berhadapan dengan seseorang yang mau memerhatikan pembicaraannya, pribadinya
merasa diagungkan dan dihormati.
Hubungan
seorang manusia dengan anggota masyarakat lainnya, bukan seperti hubungan
antara salah satu bagian jam dengan bagian lainnya. Ia juga bukan merupakan
suatu hubungan yang terdapat cela kesalahan dan ketergelinciran, akan tetapi
itu adalah hubungan antara manusia yang memiliki berbagai watak dan kebiasaan.
Mereka terkadang berbuat salah, tetapi dapat dibenarkan dan terkadang melakukan
kebenaran, sebagaimana terkadang mungkin dianggap salah. Oleh karenanya,
hubungan tersebut acap kali mengalami guncangan yang disebabkan kesalahan
anggotanya, baik kesalahan seseorang terhadap yang lain, ataupun kesalahan yang
lain terhadapnya, ini disebabkan lantaran manusia pada umumnya tidaklah maksum
(bebas dari kesalahan dan dosa).
Mempercayai
antar sahabat merupakan suasana alami bagi tumbuhnya persahabatan, yang
membersihkan hubungan tersebut dari hal-hal yang dapat merusak. Hanya dengan
berburuk sangka saj, hubungan antara dua insan yang saling berteman dapat
terkontaminasi dan mengubah persahabatan menjadi pernusuhan. Dengan begitu,
keadaan yang sebelumnya dapat membahagiakan keduanya akan merubah menjadi bahan
pembakar emosi, sehingga pada gilirannya dua anak manusia itu menjadi seperti
binatang buas. Buruk sangka merupakan penyakit yang dapat menular dengan cepat.
Sebagaimana kuman yang dapat berkembang hanya dengan udara yang tidak bersih
dan higenis, begitu juga halnya dengan kerusakan, perpecahan, dan permusyhan
antar sahabat hanya dapat meluas jika bertumbuh prasangka buruk diantara
mereka. Oleh karena itu, kewajiban kita terhadap masyarakat yang imani adalah
membersihkan suasana dan mewarnai persahabatan dengan berbaik sangka dan saling
percaya. Kita hendaklah benar-benar membersihkan masyarakat sebagaimana
dilakukan rumah sakit-rumah sakit, dimana para dokter tidak hanya menyuntikkan
obat kepasien saja, namun juga berusaha menciptakan suasana sehat yang
diperlukan dan menjauhkannya dari lingkungan tidak sehat yang penuh dengan
kuman penyakit. Qur’an menegaskan bahwa berprasangka buruk akan berujung pada
perpecahan, pertikaian, kemusnahan. Allah SWT berfirman : “....dan kamu
telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. (aal-fath:
12)”
0 komentar:
Posting Komentar