Senin, 01 Juni 2015

REVIEW BUKU

                       Nama buku         : Mengenal dan membina kasih sayang
                        Oleh                   : Hadi al-Mudarisi
                                    Halaman buku   : 233 halaman
Review :
            Persahabat mendatangan bukanlah hal remeh, namun sangat penting dalam kehidupan manusia dan berkait erat dengan masalah-masalah lainnya. Persahabatan juga dapat mendatangkan bahaya. Sebab, pengaruh seorangteman tidak dapat dirasakan secara langsung, sehingga tidak mudah memahami benar salah posisi seseorang dalam sebuah persahabatan. Dampak persahabatan hanya dapat dirasakan secara perlahan dan terhadap lantaran tidak kasat mata. Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “berhati-hatilah duduk bersama para raja dan budak dunia, sebab, itu dapat menghancurkan agama anda dan menjadikan anda munafik. Itu adalah penyakit tak tersembuhkan, yang membekukan hati dan menjauhkan anda dari khusyu’. Bertemanlah dengan berbagai kalangan dan orang-orang bersahaja lantaran pada merekalah terdapat tambang permata (khazanah tersembunyi).”
            Lukman al-Hakim berkata kepada anaknya,”Wahai anakku, bertemanlah dengan para ulama! Dekati dan duduklah bersama serta kunjungilah rumah-rumah mereka, mudah-mudahan Engkau menyerupai mereka sehingga Engkau sama dengan mereka. Duduklah bersama mereka yang shalih lantaran mungkin ketika itu Allah menurunkan rahmat-Nya kepada mereka sehingga Engkau pun memperoleh bagian. Jika Engkau seorang shalih maka jauhilah orang-orang jahat dan dungu. Karena, mungkin ketika itu Allah menurunkan azab kepada mereka sehingga Engkau pun terkena bersama mereka.”
            Memilih sahabat tidak semua orang layak diajak bersahabat, bahkan seseorang harus memilih teman diantara manusia-manusia yang ada, sebagaimana seekor burung memilih dan mengambil bebijian yang bernas dan meninggalkan yang kisut. Dalam berteman seseorang harus bersifat sewajarnya, tidak berlebihan dengan menjaga jarak atau terlalu akrab smpai melupakan segalanya, semua itu harus diberlakukan meski trehadap sahabat yang bijak, termaktub dalam sebuah hadits “cintailah seseorang sewajarnya saja, karena mungkin suatu saat nanti ia akan menjadi musuh anda dan bencilah musuh anda sewajarnya juga karena mungkin suatu saat ia akan menjadi orang yang anda cintai.”
            Memerhatikan pembicaraan orang lain merupakan masalah yang biasa terjadi sehari-hari pada manusia, hany asaja sebagian kecil kita yang benar-benar mau melakukannya dengan baik, padahal masalah kecil ini memiliki andil cukup besar dalam hubungan kemanusiaan. Kerana itu, dalam kaitan dengan sebuah pembicaraan, jika kita ingin jadi orang Yng ahli dalam berbicara, maka kita hrus memperbaiki pembicaraan kita, akan tetapi kita jarang sekali memperbaiki atau menmperhatikan seni dalam berbicara. Dalam hal ini, orang memang tidak perlu belajar banyak namun diperlukan latihan yang cukup, dan orang biasanya lebih suka diperhatikan pembicaraannya ketimbang orang lain yang menjadi pembicara, ini lantaran manusia terkadang merasa terhormat ketika berbicara, pada saat berhadapan dengan seseorang yang mau memerhatikan pembicaraannya, pribadinya merasa diagungkan dan dihormati.
            Hubungan seorang manusia dengan anggota masyarakat lainnya, bukan seperti hubungan antara salah satu bagian jam dengan bagian lainnya. Ia juga bukan merupakan suatu hubungan yang terdapat cela kesalahan dan ketergelinciran, akan tetapi itu adalah hubungan antara manusia yang memiliki berbagai watak dan kebiasaan. Mereka terkadang berbuat salah, tetapi dapat dibenarkan dan terkadang melakukan kebenaran, sebagaimana terkadang mungkin dianggap salah. Oleh karenanya, hubungan tersebut acap kali mengalami guncangan yang disebabkan kesalahan anggotanya, baik kesalahan seseorang terhadap yang lain, ataupun kesalahan yang lain terhadapnya, ini disebabkan lantaran manusia pada umumnya tidaklah maksum (bebas dari kesalahan dan dosa).

            Mempercayai antar sahabat merupakan suasana alami bagi tumbuhnya persahabatan, yang membersihkan hubungan tersebut dari hal-hal yang dapat merusak. Hanya dengan berburuk sangka saj, hubungan antara dua insan yang saling berteman dapat terkontaminasi dan mengubah persahabatan menjadi pernusuhan. Dengan begitu, keadaan yang sebelumnya dapat membahagiakan keduanya akan merubah menjadi bahan pembakar emosi, sehingga pada gilirannya dua anak manusia itu menjadi seperti binatang buas. Buruk sangka merupakan penyakit yang dapat menular dengan cepat. Sebagaimana kuman yang dapat berkembang hanya dengan udara yang tidak bersih dan higenis, begitu juga halnya dengan kerusakan, perpecahan, dan permusyhan antar sahabat hanya dapat meluas jika bertumbuh prasangka buruk diantara mereka. Oleh karena itu, kewajiban kita terhadap masyarakat yang imani adalah membersihkan suasana dan mewarnai persahabatan dengan berbaik sangka dan saling percaya. Kita hendaklah benar-benar membersihkan masyarakat sebagaimana dilakukan rumah sakit-rumah sakit, dimana para dokter tidak hanya menyuntikkan obat kepasien saja, namun juga berusaha menciptakan suasana sehat yang diperlukan dan menjauhkannya dari lingkungan tidak sehat yang penuh dengan kuman penyakit. Qur’an menegaskan bahwa berprasangka buruk akan berujung pada perpecahan, pertikaian, kemusnahan. Allah SWT berfirman : “....dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. (aal-fath: 12)”

0 komentar:

Posting Komentar